Citarasa di Kedai Kopi Akustik
![]() |
| Barista Opis di kedai Kopi Akustik |
Jika mendengar kata kedai Kopi, di
pikiran kita adalah citarasa kopi yang disajikan di kedai tersebut. Di Kopi
Akustik, terdapat beberapa menu andalan; kopi dari berbagai daerah di
Indonesia, minuman tradisional seperti wedang uhu, dan thai tea, teh hijau dari Thaliland.
Varian rasa ini sengaja diadakan
Kopi Akustik untuk memanjakan lidah para pelanggan. Nah, salah satu rahasia
memanjakan lidah di Kopi Akustik adalah sirup premium dari Turki. Sirup ini pun
dicampur dalam berbagai minuman yang disajikan dingin maupun panas. Konon,
perpaduan rasa adalah salah satu trik dari para barista peracik kopi.
Akhir-akhir ini, tradisi minum kopi
berkembang di Indonesia, khusunya merambah ke Kota Ternate. Berbagai kedai kopi
pun bermunculan dengan cara penyajian yang berbeda-beda. Kedai-kedai ini pun
menyajikan biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia seperti yang disajikan
di Kopi Akustik.
Namun jangan salah. Para barista di
tiap kedai kopi punya cara sendiri memanjakan lidah pelanggan. Kedai Kopi
Akustik pun tampil dengan caranya sendiri. Pada Sabtu 14 Oktober 2016, Kopi
Akustik mulai diresmikan, tepatnya di Jalan Cengkih Afo, Kota Ternate. Pada
peresmian Kopi Akustik, pelanggan dimanjakan dengan menu kopi Vietnam secara gratis.
Banyak pengunjung yang berdatangan juga memesan menu thai tea, teh hijau asal Thailand itu.
“Untuk hari ini, kami sajikan menu
kopi Vietnam secara gratis. Berikutnya, saya akan sajikan menu rahasia dari
racikan saya,” ungkap Barista Opis.
Berbeda dengan kedai lain, barista
Kopi Akustik menyeduh biji kopi dengan cara manual
brewing atau memakai alat sederhana. Meskipun begitu, citarasa kopinya
tidak kalah jauh dengan kopi yang dihasilkan memakai mesin.
“Di Kopi Akustik, semua kopi kami
olah dengan cara manual brewing dan menghasilkan saripati kopi yang tidak kalah
jauh dengan kopi yang dihasilkan menggunakan mesin yang mahal,”kata Barista
Opis.
Bicara soal kopi, Barista Opis
selalu saling memberikan informasi seputar citarasa kopi pada para penggan penikmat
kopi. Hal tersebut menurutnya menambah nilai edukasi di Kopi Akustik.
Barista Opis pun memberikan
informasi bahwa di Kopi Akustik terdapat 10 singgle origin atau 10 kopi andalan
dari berbagai menu kopi yang ada. Dari ke semua kopi itu adalah jenis kopi
Arabika dan Robusta.
Selain jenis kopi Arabika dan
Robusta, Barista Opis mengatakan akan mengadakan jenis kopi lain. “Jenis kopi
yang akan kami datangkan adalah kopi yang sangat diminati para petani. Kopi ini
baru muncul di Indonesia. Rasanya sedikit pahit tapi tidak sepahit robusta.
Kopi yang cocok di lidah pria maupun perempuan,” katanya.
Rathy Sofyana Daeng Barrang, pemilik
Kopi Akustik mengatakan, kehadiran Kopi Akustik tidak hanya sebagai bisnis
namun lebih dari itu, tempat tersebut pun akan berkembang sebagai tempat untuk
para orang muda menyalurkan bakat mereka.
“Meskipun terbilang baru, Kopi
Akustik ini akan kami kembangkan sebagai tempat untuk anak-anak muda
menyalurkan bakat mereka. Para musisi, pemain musik pun dapat tampil di coffe ini,”
kata Rathy.
Dwi, salah satu pelanggan mengatakan
ia sangat menikmati suasana di Kopi Akusik. Selain menu yang disajikan beragam,
Kopi Akustik juga menjadi pilihan tempat nongkrong bareng teman-teman.
“Saya suka mennu yang disajikan.
Apalagi menu teh hijau dari Thailand yang juga memiliki manfaat sebagai
antioksidan. Selain itu, di sini juga menjadi tempat nongkrong yang asik. Kita
dimanjakan dengan live music,” kata Dwi.
Menu yang beragam ini pun mengundang
rasa penasaran orang yang mampir ke Kopi Akustik. Salah satu pelanggan, Ical
langsung memesan dua menu yang berbeda. “Saya langsung pesan dua menu. Yang
satu Italian Soda rasa melon dan yang kedua, saya pesan Acoustic Rainbow.
Rasanya lumanyan memanjakan lidah,” kata Ical.

Leave a Comment